Investor asing kembali mencatat pembelian bersih pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Senin (20/10). Merespons pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden-Wakil Presiden RI, Indeks Harga Saham Gabungan pun ditutup naik | 21 Oktober | halaman 20 via Harian Kompas

Pengamat dan pelaku ekonomi berharap munculnya tim ekonomi yang mumpuni dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang menurut rencana akan diumumkan pada Selasa (21/10) ini. Profil menteri ekonomi yang bagus akan memelihara momentum kondisi ekonomi yang bagus | 21 Oktober | halaman 18 via Harian Kompas

Pemerintahan baru memiliki pekerjaan rumah di bidang energi, yakni menggenjot produksi minyak dan konversi bahan bakar minyak ke gas. Pekerjaan rumah lain yang tak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan energi listrik dengan membangun pembangkit baru | 21 Oktober | halaman 18 via Harian Kompas

KETIKA Joko Widodo menyebut pedagang bakso dalam pidato perdananya setelah dilantik menjadi Presiden RI, Kholis (42) tengah sibuk melayani pembeli bakso dan mi ayam dagangannya. Sebuah meja dengan delapan bangku yang disediakan di sebelah gerobak yang terletak di sisi barat lapangan Monumen Nasional penuh terisi.

”Kemarin saya bikin bakso lebih dari 2 kilogram. Setelah tahu pedagang boleh berjualan di sekitar Monas, saya tambah lagi beli bakso yang sudah jadi tadi pagi,” kata Kholis | 21 Oktober | halaman 17 via Harian Kompas

Pemerintah baru berjanji akan mengembalikan kejayaan Indonesia di laut. Presiden Joko Widodo mengajak semua kalangan untuk bekerja keras mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim. Berbagai kalangan berharap, cita-cita itu segera direalisasikan | 21 Oktober | halaman 17 via Harian Kompas

SOSOK
Heni Wardatur Rohmah: Menularkan Kecintaan pada Buku | 21 Oktober | halaman 16 via Harian Kompas

Dunia memberi perhatian luas pada pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019, Senin (20/10). Kehadiran sejumlah kepala negara/pemerintah negara sahabat diiringi dengan liputan luas dari media internasional | 21 Oktober | halaman 15 via Harian Kompas

JAM menunjukkan pukul 13.30. Inilah saat yang ditunggu. Warga yang sudah berjam-jam menanti di Bundaran Hotel Indonesia langsung merangsek ke depan, sambil berteriak serentak, ”Jokowi… Jokowi….” Dari atas kereta kuda, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyalami rakyat yang menyemut di bawah terik matahari.

Di depan wakil rakyat di Gedung MPR/DPR/DPD, Jokowi-JK mengenakan jas. Di tengah rakyat, mereka melepas jas. Tinggallah baju ”kebesaran” putih, warna yang juga dikenakan ribuan warga di sekitarnya. Kereta kuda yang membawa mereka berjalan tersendat. Para petugas berupaya menyibak massa guna memberi ruang kepada kereta untuk lewat. Jokowi-JK melambaikan tangan sambil mengacungkan salam tiga jari ke arah massa. Sesekali keduanya mencoba meraih tangan-tangan yang berebut menyalami. Mereka yang berhasil bersalaman berteriak girang | 21 Oktober | halaman 15 via Harian Kompas

Pidato pertama Presiden Indonesia Joko Widodo, Senin (20/10), yang menyebut pentingnya pengembangan kemaritiman patut ditindaklanjuti, termasuk didukung riset terpadu. Sebab, kondisi maritim Nusantara sangat khas. Selain kaya sumber daya, ekosistem laut tropis pun sangat rapuh dan memiliki potensi tsunami | 21 Oktober | halaman 14 via Harian Kompas

SEKELOMPOK orang berselimut sarung duduk tidak teratur. Satu demi satu bangkit, membuka penutup kepala, menengok ke segala arah, melenguh, ”aaaah”, lalu duduk lagi. Beberapa saat kemudian, hampir semuanya bangkit, berjalan ke segala penjuru, seperti mencari sesuatu. Tiga orang masih tersisa. ”Sia-sia,” kata mereka.

Adegan itu membuka pementasan Menunggu Sesuatu Godot yang Telah Pergi oleh Teater Kami Jakarta, di Bentara Budaya Jakarta, Senin (20/10) malam. Pentas serupa akan ditampilkan pada Selasa malam ini. Judul ini mengadaptasi judul naskah sebenarnya karya Samuel Beckett, Menunggu Godot | 21 Oktober | halaman 13 via Harian Kompas

Recent Tweets