Ke manakah foto-foto #pelesir milik Anda bermuara? Akun media sosial, blog, atau tersebar di beberapa media massa? Sebagian orang yang mengaku gemar traveling tak ingin karyanya hanya berakhir di hardisk komputer. Mereka juga mengirimkan tulisan dan foto-foto perjalanan ke pihak media.

Kompas KLASS pun memberikan kesempatan bagi siapapun untuk menjadi kontributor sejak menjadi bagian dari Harian Kompas pada 28 Juni 2013. Konten #pelesir paling jadi incaran dan favorit karena menyajikan foto-foto unik dilengkapi cerita menarik di belakangnya. Penulis dan fotografer berasal dari berbagai macam latar belakang profesi, mulai dari travel writer, fotografer, eksekutif, akademisi, hingga profesional lainnya yang memiliki jam terbang tinggi dalam bidang traveling.

Kini cerita #pelesir dari para kontributor disimpan dalam dalam bentuk Buku “35 Destinations, Travel Bucket List: Bingkai Perjalanan dalam Foto dan Cerita”. Tim Kompas KLASS pilihkan destinasi-destinasi lokal dan mancanegara yang memiliki cerita berbeda. Buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas ini akan diluncurkan pada 28 Februari 2017 mendatang.

Nah, Anda bisa memiliki buku 35 Destinations, Travel Bucket List: Bingkai Perjalanan dalam Foto dan Cerita. GRATIS!

Caranya?
Cek akun Instagram @kompas.klass http://ift.tt/2mkOmzq
via Klasika

“Saya pikir arsitektur adalah celah untuk membuat orang bahagia. Saya ingat yang pernah ditulis Paul Goldberger, setiap karya arsitektur adalah kesempatan untuk bertemu memori-memori baru yang membuat kehidupan kita lebih bermakna. Dan itu personal. Arsitektur adalah tentang kita, ambisi, dan identitas,” tutur arsitek Realrich Sjarief.

Arsitektur juga harus menyelesaikan masalah, termasuk persoalan lingkungan. Oleh karena itu, efisien dan beradaptasi terhadap iklim menjadi kata kunci dalam desain-desain Realrich Architecture Workshop (RAW). Kita bisa melihatnya dengan jelas di bangunan yang menjadi rumah tinggal Realrich dan keluarganya sekaligus kantor untuk RAW, The Guild.

The Guild adalah arsitektur yang pertama-tama dibuat dengan kejujuran. Dengan kesadaran penuh bahwa ia berada di tengah iklim tropis dengan segala yang menyertainya, matahari, angin, hujan, dan kelembapan. Alih-alih menangkalnya, bangunan ini memilih beradaptasi dengan harmonis. Materialnya pun tampil dengan tidak banyak bersolek. Kita akan menemukan karakter asli beton, kayu, kaca, metal, atau batuan pada bangunan ini. Dan justru itulah yang membuatnya indah, bahkan puitis.

Simak #LanggamKlasika, 21 Februari 2017.
via Klasika

Apa itu Diet Atkins?

Seperti namanya, Diet Atkins diciptakan oleh pakar kesehatan Robert C Atkins. Diet ini sebenarnya telah populer sejak tahun 1970-an. Prinsip utama dalam diet ini, mengurangi asupan makanan sumber karbohidrat. Dengan mengurangi asupan karbohidrat dan memperbanyak asupan protein, seseorang akan merasa lebih cepat merasa kenyang dan tidak mudah lapar. Selain itu, asupan makanan sumber kalori juga akan berkurang. Tujuan Diet Atkins antara lain agar metabolisme tubuh beralih dari membakar karbohidrat menjadi membakar lemak.

Cari tahu tentang Diet Atkins lebih lengkap di #LanggamKlasika, 20 Februari 2017.
via Klasika

Selamat kepada Septia Nurviani Lestari (Facebook), Jafrie (Facebook), dan Ririn Zairina (Facebook) sebagai pengirim ‪#‎KicauKeluarga yang beruntung edisi Minggu (12/2). Pemenang dari Facebook harap mengirimkan pesan konfirmasi via message kepada akun Facebook Kompas Klasika (paling lambat 20 Februari 2017, pukul 17.00 WIB) agar mendapat informasi detail pengambilan hadiah.

Pertanyaan baru:
Di tengah terpaan arus informasi dari beragam media, mengenalkan anak pada Bahasa ibu merupakan hal esensial. Mengajak anak memakai bahasa Indonesia merupakan awal yang baik. Lalu, seperti apa cara Anda membiasakan buah hati memakai Bahasa Indonesia hingga melekat dengan mereka?

Kirimkan opini singkat di bawah postingan ini ya… paling lambat Jumat, 24 Februari 2017 pukul 10.00 WIB. Tiga pengirim beruntung akan mendapatkan suvenir menarik dari Kompas.
Nama pemenang akan diumumkan pada Klasika Keluarga edisi Minggu berikutnya. Jangan sampai ketinggalan untuk membacanya. Siapa tahu ada cerita Anda di sana :)
via Klasika

Checkpoint Security Report 2016 melaporkan, terdapat sekitar 82 persen dari perusahaan-perusahaan mengakses situs web berbahaya. Disebutkan pula bahwa sebanyak 88 persen perusahaan mengalami insiden kehilangan data, serta 89 persen perusahaan mengunduh file berbahaya (malicious file). Hal ini tentu menimbulkan kerugian luar biasa, baik pada sisi kinerja, keamanan informasi, maupun kepercayaan konsumen.

Untuk itulah, keamanan dunia maya (cyber security) menjadi hal penting yang harus semakin diperhitungkan, baik individu maupun korporat. Semua ini dilakukan agar proses digitalisasi dapat berjalan maksimal.

#LanggamKlasika, 17 Februari 2017.
via Klasika

Visualisasi makanan ibarat sebuah seni, yang dinamakan food plating. Ini adalah teknik penyajian makanan untuk mengunggah selera dan memberikan kesan positif. Dalam seni food plating, keterampilan memainkan harmonisasi rasa, warna, dan tekstur menjadi hal esensial. Wadah piring yang dipakai untuk penyajian pun menjadi layaknya palet warna seorang pelukis. Berbekal keterampilan teknik ini, amat memungkinkan setiap penyajian makanan akan menggiring pada pembentukan opini yang baik.

Kini, arus globalisasi dan modernisasi membawa seni food plating dapat dinikmati masyarakat Tanah Air. Dewasa ini, semakin banyak pebisnis restoran di Indonesia yang menyadari bahwa kreasi cita rasa dan estetika mampu membuahkan respons dan pundi-pundi. Hal itu yang dipaparkan Director of Marketing Flow Jakarta Dicky Agustiady. Sejak dibuka tahun lalu, Flow Jakarta dikenal memiliki varian menu fusion lezat, yang memadukan unsur-unsur makanan barat dan Asia.

Ia menambahkan, agar tidak standar, dirinya mengkreasikan bahan dan presentasi makanannya. “Memang sudah menjadi keinginan saya dan Jimmy (partner Dicky) ketika membuka Flow Jakarta, agar tempat kami ini bisa dikenal dari makanannya yang enak dan tampilan yang bagus,” tutur Dicky.

Hmm… Selain lezat, tampilan sajian makanan pun sangat “Instagram-able” ya…

Cerita tentang Flow Jakarta terbit di #LanggamKlasika edisi 15 Februari 2017.
via Klasika

Inilah Pura Ulun Danu Beratan yang berlokasi di Bedugul, sekitar 2–3 jam perjalanan dari Kota Denpasar, Bali. Berlokasi di tepi Danau Beratan, pura tersebut istimewa karena seolah mengambang di atas air saat air pasang. Kesenyapan dan ketenangan akan Anda temukan begitu menjejakkan kaki di sini. Gelombang lembut air danau serta suasana asri menyuguhkan kedamaian dalam hati. Belaian angin segar menyirnakan himpitan dan beban yang terbawa sedari perjalanan.

Pura Ulun Danu Beratan sebenarnya tidak termasuk pura besar di Bali. Namun, daya pikatnya lekat pada lokasi yang berada di tepi danau yang indah.

Ada yang tertarik ke Pura Ulun Danu Beratan?

Informasi lengkap, baca #LanggamKlasika edisi 16 Februari 2017.
via Klasika

Hasil #HitungCepatKompas #MencariPemimpin setelah 100 persen suara dari TPS sampel masuk.

Sumber: KompasData
via Klasika

via Klasika

via Klasika

Recent Tweets