Kini, semakin banyak pemilik hunian di Tanah Air yang mulai memikirkan dengan serius estetika penataan ruangan dalam rumah mereka. Lalu, seperti apakah gaya interior yang digemari masyarakat Indonesia? Stevanus Errol (35), desainer dari BARC design @barc_design mengutarakan secara lebih spesifik mengacu pada selera masyarakat Jakarta, terutama yang berusia muda, mereka lebih menyukai gaya skandinavia dan industrial.

Gaya skandinavia yang diadaptasi dari negara-negara Nordik mengutamakan pengaturan ruang dan tata perabot efektif serta nuansa ruang yang terang untuk menciptakan ruangan yang luas dan rapi. Sedangkan, gaya desain industrial menonjolkan kementahan material seperti struktur bangunan dan tembok bata yang tidak dilapis untuk menciptakan nuansa dramatis dalam sebuah ruangan.

Prediksinya, kedua gaya desain tersebut masih akan mendominasi tapi akan mengalami modifikasi warna kayu dan aksesori yang lebih berwarna. Namun, gaya modern minimalis dan modern classic juga masih bertahan dan banyak diminati.

#LanggamKlasika, 17 Januari 2017
via Klasika

Penggemar tata rias wajah atau make up boleh jadi tidak sabar menanti tren yang akan marak pada 2017. Tahun lalu, riasan wajah banyak dihiasi lipstik matte, smokey eyes, dan contouring, bagaimana untuk tahun ini?

Salah satu riasan yang diprediksi bakal jadi tren tahun ini adalah gaya natural.

Lipstik warna merah menyala yang identik dengan riasan bold masih banyak digemari. Di sisi lain, riasan natural juga tidak akan sepi peminat. Make up-no make up look atau riasan wajah yang seolah tanpa menggunakan kosmetik diperkirakan akan banyak diterapkan. Riasan dengan hasil natural ini bisa menjadi selingan di tengah riasan yang serba tebal. Tampilan riasan yang alami juga akan mengesankan wajah yang segar dan menonjolkan kecantikan asli tiap wajah.

#LanggamKlasika, 16 Januari 2017.
via Klasika

Selamat kepada Cut Ima (Facebook), MAms Cristiant (Facebook), @ayucalista18 sebagai pengirim ‪#‎KicauKeluarga yang beruntung edisi Minggu (8/1). Pemenang dari Twitter akan dihubungi via Direct Message. Pemenang dari Facebook harap mengirimkan pesan konfirmasi via message kepada akun Facebook Kompas Klasika (paling lambat 16 Januari 2017, pukul 17.00 WIB) agar mendapat informasi detail pengambilan hadiah.

Pertanyaan baru:
Imlek menjelang. Bagi Anda yang merayakan, apa saja persiapan yang akan dilakukan jelang hari tersebut bersama si kecil? Yuk, berbagi cerita kepada pembaca lain.

Kirim opini Anda di kolom komentar di bawah postingan ini ya… paling lambat Jumat, 20 Januari 2017 pukul 10.00 WIB. Tiga pengirim beruntung akan mendapatkan suvenir menarik dari Kompas.

Nama pemenang akan diumumkan pada Klasika Keluarga edisi Minggu berikutnya. Jangan sampai ketinggalan untuk membacanya. Siapa tahu ada cerita Anda di sana :)
via Klasika

Startup asal Indonesia yang fokus di financial technology, Jojonomic Jojonomic, mencoba menawarkan terobosan melalui Mobile Attendance. Fitur yang bisa ditemui di aplikasi Jojonomic Pro ini memungkinkan karyawan melakukan presensi lebih fleksibel, tak harus ngantor.

Melalui Mobile Attendance, karyawan cukup melakukan presensi langsung dari ponselnya. Hal ini sejalan dengan tren bring your own device (BYOD). BYOD menjadi semacam kredo masa kini untuk membawa dan menggunakan gadget pribadi saat bekerja.

Menurut CEO Jojonomic Indrasto Budisantoso (Asto), BYOD memiliki keuntungan dari segi biaya yang efisien dan tanggung jawab lebih tinggi dari karyawan. Namun, kelemahannya, sistem ini harus berdasarkan aplikasi yang tepat agar kontrol perusahaan lebih terjaga.

Simak informasi lengkap di #LanggamKlasika, 13 Januari 2017.
via Klasika

Pilih media untuk beriklan juga butuh yang tepercaya. Cari tahu produk iklan Kompas di http://ift.tt/2iEK1Wk .

#cariyangtepercaya
via Klasika

Tim #copywriterKlasika berkesempatan mengunjungi lokasi pengambilan gambar film Kong: Skull Island di Ninh Binh, Vietnam, pada Februari 2016 silam. Gregg Brilliant selaku unit publisis mengajak para jurnalis dari beberapa negara untuk melihat proses syuting yang lebih banyak berlokasi di area danau. Menurut pengakuan sang sutradara, Jordan Vogt-Roberts, Kong: Skull Island bukanlah sebuah remake dari serial king kong sebelumnya. Ini adalah bentuk imajinasi ulang.

Di lokasi syuting, penulis juga bertemu dengan para pemeran, yakni Tom Hiddleston (The Avengers, Thor: The Dark World), Brie Larson (Room, Trainwreck), dan Tian Jing (Police Story: Lockdown). Ikut melihat pula adegan menantang yang membutuhkan stuntman dengan proses pengambilan gambar beberapa kali agar hasilnya sempurna. Rencananya, film ini bakal tayang pada Maret 2017 mendatang. Tunggu saja.

Cerita dari lokasi syuting Kong: Skull Island bisa dibaca di #LanggamKlasika, 11 Januari 2017.
via Klasika

Sebelum teknologi dan jalur perdagangan berkembang seperti sekarang, orang hanya bisa mengakses apa yang ada di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk dalam hal hunian. Arsitektur vernakuler adalah bentuk paling sederhana pemenuhan kebutuhan manusia akan tempat tinggal. Mereka membangun rumah dengan material lokal dan menyesuaikan ukuran, bentuk, serta pembagian ruangnya dengan kebutuhan komunitas tempat mereka tinggal.

Sejumlah masyarakat masih merawat tradisi membangun hunian sesuai dengan budaya mereka turun-temurun, salah satunya di perkampungan Tiebele, Burkina Faso. Perkampungan ini menjadi terkenal karena arsitektur tradisional Gurunsi yang mengesankan.
Orang-orang Tiebele membangun rumah seluruhnya dari material lokal. Mereka mencampur tanah dengan jerami dan kotoran sapi yang dibasahi untuk membentuk dinding yang kuat. Matahari yang bersinar kuat di sana menjadi pengering alami yang menguatkan “adonan” tembok rumah mereka itu.

#LanggamKlasika, 10 Januari 2017.
via Klasika

Ada potongan video tari Topeng Malangan di video musik Coldplay. Sudah ada yang melihatnya?

Simak artikel lengkapnya di #TriviaMusik, 10 Januari 2017.
via Klasika

Siapa yang tak senang melihat anak bergerak aktif dan sehat. Namun, acap kali ketika liburan usai dan saat musim hujan, daya tahan tubuh si kecil pun menurun sehingga ia mudah jatuh sakit.

Lalu, bagaimana cara ayah dan ibu membantu meningkatkan imunitas tubuh anak?

Yuk, kirimkan opini Anda di kolom komentar di bawah postingan ini ya… paling lambat Jumat, 13 Januari 2017 pukul 10.00 WIB. Tiga pengirim beruntung akan mendapatkan suvenir menarik dari Kompas.

Nama pemenang akan diumumkan pada Klasika Keluarga edisi Minggu berikutnya. Jangan sampai ketinggalan untuk membacanya. Siapa tahu ada cerita Anda di sana :)
via Klasika

Perkembangan teknologi digital yang semakin gencar dan tak dapat dibendung telah “memaksa” kita untuk dapat mengubah gaya hidup. Tak hanya soal berkomunikasi, sektor lain mulai dari transportasi, perbankan, hingga layanan purnajual, juga telah memanfaatkan teknologi digital. Perusahaan-perusahaan pun harus lebih jeli menyikapinya.

Perilaku konsumen yang terus berubah seiring pertumbuhan teknologi, menuntut para pelaku bisnis, baik skala kecil, sedang, maupun besar untuk terus berinovasi memberikan kemudahan-kemudahan bagi pelanggannya–dengan menggunakan sarana digital. Meski investasi pada transformasi digital menjadi hal penting, para pebisnis tetap perlu memperhatikan bahwa hal paling penting adalah perencanaan dan kesesuaian dengan kondisi bisnis. Tidak harus mahal, tetapi yang terpenting adalah terencana dan dapat diimplementasikan secara cepat dan fleksibel sesuai dengan perkembangan bisnis perusahaan.

#LanggamKlasika, 6 Januari 2017
via Klasika

Recent Tweets