Welcome to Kuburan Terunyan. Tulisan papan penyambut wisatawan sudah mulai terlihat dari kejauhan, meski perahu belum benar-benar menepi ke bibir dermaga. Di sisi kiri gerbang masuk terlihat kepala tengkorak, sedangkan tanah dipenuhi koin mata uang berserakan. Berjalan beberapa langkah, di hadapan terlihat pohon besar yang selintas menyerupai pohon beringin. Inilah kuburan utama milik Desa Trunyan atau Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali Timur.

Penduduk setempat mempunyai tiga jenis kuburan yang diklasifikasikan berdasarkan umur orang, keutuhan tubuh jenazah, dan cara penguburan. Kuburan utama untuk jasad yang utuh, tidak cacat, serta proses meninggalnya dianggap wajar—bukan bunuh diri atau kecelakaan.

Kuburan utama sering kali menjadi tempat persinggahan para wisatawan yang ingin mengenal budaya masyarakat Trunyan. Selain bahasa, masyarakat Trunyan memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya. Mereka tidak mengenal proses kremasi dalam upacara kematian. Jenazah tetap berpakaian rapi, tetapi mereka akan dibiarkan berada di atas tanah, tanpa dikubur hingga menyatu dengan alam. Hanya boleh ada 11 jenazah yang ada di kuburan utama. Tidak boleh lebih. Apabila ada jenazah baru, jenazah yang paling lama digeser.

Simak ulasan lengkap dalam #KlasikaSiang hari ini (30/9) via epaper.kompas.com atau akses aplikasi Kompas Kiosk yang diunduh di Appstore atau Playstore :)
via Klasika

Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, diperluas sehingga bisa menampung lebih banyak penumpang. Pengembangan bandara itu tidak memengaruhi rencana Pemerintah Provinsi Jabar membangun Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

”Saya tetap mendukung pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka karena Gubernur (Jabar) sudah melangkah cukup jauh. Mudah-mudahan Gubernur bisa menyelesaikan masalah yang masih ada sehingga PT Angkasa Pura II tinggal membangun,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, di Bandung, Senin (29/9), dalam acara permulaan proyek pengembangan Bandara Husein Sastranegara. | Selasa 30 September 2014 | halaman 18 via Harian Kompas

Nilai tukar rupiah melemah lagi awal pekan ini hingga menyentuh Rp 12.120 per dollar AS, diduga akibat sentimen politik domestik Indonesia. Rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed, turut mendorong pelemahan rupiah. Meski demikian, Bank Indonesia menilai, pelemahan kali ini bukan karena faktor fundamental | Selasa 30 September 2014 | halaman 17 via Harian Kompas

SOSOK
Aiko Kurasawa
Indonesianis yang Didorong Rasa Malu

Nama Aiko Kurasawa (68) sebagai ahli Indonesia atau Indonesianis asal Jepang tak sepopuler Nakamura yang mendalami tentang Taman Siswa, ataupun Saya Siraishi dalam bidang kebudayaan. Namun, Aiko termasuk Indonesianis yang sampai kini tetap bolak-balik Indonesia-Jepang.

”Tiap tiga bulan sekali saya ke Jakarta. Selain menengok suami, Inomata, juga menyegarkan pengetahuan dan referensi mata kuliah saya tentang sejarah ekonomi Indonesia,” kata Aiko di rumahnya, kawasan Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

| Selasa 30 September 2014 | halaman 16 via Harian Kompas

Analisis Politik Yudi Latif

Demokrasi Tanpa Hikmat-Kebijaksanaan

KEBAIKAN itu tidak datang dari niat buruk. Politik memang bekerja atas dasar kepentingan. Namun, dalam politik beradab, kepentingan itu harus diletakkan sesuai dengan makna politik itu sendiri; penyelesaian masalah melalui praktik-praktik etis deliberasi dan argumentasi demi kebajikan hidup bersama.

Demokrasi Pancasila bekerja dalam kerangka etis cita kerakyatan, cita permusyawaratan, dan cita hikmat-kebijaksanaan. Cita kerakyatan hendak menghormati suara rakyat; dengan memberikan jalan bagi peranan dan pengaruh besar rakyat dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Cita permusyawaratan memancarkan kehendak untuk menghadirkan negara persatuan yang dapat mengatasi paham perseorangan dan golongan, dengan mengakui ”kesederajatan/persamaan dalam perbedaan”.

| Selasa 30 September 2014 | halaman 15 via Harian Kompas

UJARAN yang berbunyi ”Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak” itu mewujud sebagai realitas di Riau dan Aceh. Hewan berbelalai panjang itu terabaikan. Gajah kemudian dikeluarkan dari diskursus ranah ekosistem dan keragaman hayati. Keberadaannya diposisikan sebagai ”musuh” masyarakat sekitar kawasan hutan.

Ancaman utama terhadap gajah sumatera (Elephas maximus) adalah hilangnya tutupan hutan di dataran rendah dan tanah kering, bukan di daerah gambut sedalam lebih dari 100 sentimeter | Selasa 30 September 2014 | halaman 14 via Harian Kompas

Forum Konservasi Leuser bersama pemerintah setempat mulai menebangi pohon sawit di lahan ilegal 1.040 hektar yang masuk kawasan hutan lindung Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah hendak mengembalikan fungsi hutan itu dengan menanam tanaman khas Aceh Tamiang | Selasa 30 September 2014 | halaman 13 via Harian Kompas

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla diminta memperkuat kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia untuk mendorong demokratisasi media penyiaran. Hal itu karena penyebab utama monopoli kepemilikan dan isi siaran televisi di Indonesia adalah lemahnya kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia mengontrol media penyiaran | Selasa 30 September 2014 | halaman 12 via Harian Kompas

Penganggur terdidik dari perguruan tinggi pada jenjang diploma ataupun sarjana yang masih tinggi menjadi ancaman serius dalam persaingan tenaga kerja menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Sejauh ini, kajian tentang lulusan perguruan tinggi di Indonesia dan relevansinya dengan dunia kerja belum selesai
| Selasa 30 September 2014 | halaman 11 via Harian Kompas

Turki mengerahkan tank-tank mereka di sebuah perbukitan, mengarah ke kota perbatasan dengan Suriah, Kobani, yang sepekan lebih dikepung milisi Negara Islam di Irak dan Suriah, Senin (29/9). Ankara akan mengajukan usul kepada parlemen, meminta mandat aksi militer di Irak dan Suriah bersama pasukan koalisi | Selasa 30 September 2014 | halaman 9 via Harian Kompas

Recent Tweets