Selamat datang tahun 1983! Inilah yang mau diucapkan warga kota Jakarta untuk menyambut kedatangan tahun baru. Hujan yang mengguyur sejak pukul lima sore tidak menghambat warga ibukota merayakan tahun baru di luar rumah.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ratusan ribu penduduk Jakarta masih tetap memadati pusat-pusat hiburan dan keramaian. Sekitar Jalan Silang Monas, Taman Ria Monas dan Taman Impian Jaya Ancol, masih tetap memegang rekor pengunjung terbanyak pada setiap malam tahun baru.

Sumber: Kompas, 2 Januari 1983 via KompasData

#kilaswaktu #tahunbaru
via Klasika

Pernah berpikir untuk menaruh iklan di belakang sepeda motor? Dengan memanfaatkan GPS, startup Karta membuat lapangan pekerjaan baru. Startup karya anak bangsa ini merupakan perusahaan teknologi yang menjadi penghubung antara pengendara bermotor dan pihak yang ingin beriklan. Dengan menjadi rekan Karta, pengendara akan mendapat penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan rutinitas pekerjaan keseharian. Mereka cukup membantu mengiklankan selama berkendara dengan mengenakan jaket iklan atau menginstalasi papan iklan pada sepeda motor yang dikendarai.

Rekan Karta akan mendapat bayaran per kilometer, bergantung dari area tempuh pengendara. Sementara untuk pengiklan, harga iklan dihitung berdasarkan jarak. Karta rencananya akan diluncurkan secara resmi dalam waktu dekat untuk daerah Jabodetabek.

Simak informasi lebih lengkap di #LanggamKlasika, 30 Desember 2016.
via Klasika

Apa resolusi 2017 versimu?
Berani buat janji: “lebih hati-hati saat menyebarkan informasi”?

Tahun Baru, sudah saatnya menjadi diri yang lebih baik. Jangan lupa, gerakkan jari lebih hati-hati. Teliti sebelum menyebarkan informasi. Jangan sampai terpedaya informasi hoax.

#berimakna
via Klasika

Beauty is pain. Apakah harus begitu melulu? Tentu saja tidak. Perempuan yang ingin mengenakan sepatu hak tinggi (high heels shoes) untuk pertama kalinya bisa lebih berhati-hati. Ada trik supaya tidak mengalami cidera atau risiko osteoartritis.

Pertama, pilihlah sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki. Jika ujung jari kaki berbentuk kotak, hindari memilih sepatu hak tinggi dengan ujung meruncing atau pointy/pointed shoes agar jari-jari kaki tidak lecet. Kedua, pilihlah sepatu high heels dengan bagian hak yang kokoh dan dapat menopang keseimbangan tubuh. Ketiga, untuk mencegah lecet pada jari kaki atau pergelangan kaki bagian belakang, oleskan body lotion atau body butter. Nah, memakai sepatu hak tinggi pun tetap nyaman dan sehat.

#instaKlasika #instafashion #fashion #tips #KompasKlasika
via Klasika

Museum Bank Indonesia (BI) mulai dibuka untuk umum sejak Desember 2006 dan diresmikan pada 21 Juli 2009.

Untuk bisa berkeliling di museum ini, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 5.000 untuk tiket masuk, dan gratis untuk pelajar atau mahasiswa jika membawa kartu pelajar atau mahasiswa. Sesaat setelah membeli tiket, Anda akan disambut oleh 12 ruang kasir yang dulu digunakan oleh nasabah untuk melakukan transaksi. Ruangan itu berbentuk bilik-bilik kecil yang memiliki kesan privat.
Setelah dari ruang itu, kita akan dibuat takjub karena disambut dengan instalasi interaktif digital. Kita akan disuguhi layar besar dengan video uang-uang logam lama berjatuhan. Uang logam itu akan keluar balon informasinya jika menyentuhkan bayangan tangan kita ke uang tersebut.

Dari situ, kita akan disambut dengan ruang teater yang bisa menampung hingga 70 orang. Ruang ini biasanya dipakai untuk menampilkan film singkat tentang sejarah bank sentral, kebijakan, dan sejarah uang di Indonesia.

#LanggamKlasika
via Klasika

Rayakan akhir tahun dengan mengekspresikan gaya trendi dan berkarakter. Bahkan, bila diadopsi bersama pasangan, padu padan itu akan mampu menyuguhkan nuansa penuh energi.

Temukan inspirasi mode di @hariankompas, rubrik Utopia Mode edisi hari ini (26/12) yang lebih banyak diwarnai koleksi fall/winter. Jangan ragu untuk menjadi diri sendiri. Temukanlah tampilan serasi menurut Anda dan pasangan.

Model: Winny Christy & Bizael Tanasale
Tata rias wajah & rambut: Tania Ledezma
Teks: #copywriterKlasika Ajeng Kristianti
Foto: Iklan Kompas/Egbert Siagian
via Klasika

Ternyata, pewarna bibir telah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Lipstik dikenal sebagai kosmetik yang dikenakan kaum bangsawan saja. Rakyat jelata tidak menggunakan pewarna bibir. Secara tidak langsung, pemerah bibir ini menjadi salah satu penanda status sosial.

Lalu, bagaimana bangsa Mesir Kuno menciptakan lipstik? Pada awalnya, lipstik dibuat dari bahan-bahan yang berbahaya agar menghasilkan warna yang diinginkan. Namun, kemudian masyarakat Mesir Kuno menciptakan lipstik yang mengambil sari dari jenis serangga tertentu yang mengeluarkan warna merah. Meskipun diambil dari sari serangga, pemerah bibir ini dianggap lebih aman dan tidak beracun.

Simak cerita lengkapnya di #LanggamKlasika, 26 Desember 2016.
via Klasika

Selamat Natal bagi yang merayakan. Mari berbagi kedamaian untuk mempererat persaudaraan. Damai bagi semesta.

Apa harapan Anda untuk Natal tahun ini?
via Klasika

Beramal bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Hal ini bisa terwujud berkat internet. Salah satu platform yang menyediakan wadah beramal daring (online), yaitu Kitabisa.com. Menariknya, startup digital karya anak bangsa ini baru saja terpilih sebagai salah satu dari 11 startup Indonesia yang mengikuti ajang Startup Istanbul, Turki.

Kitabisa.com didirikan pada 2013 di bawah binaan Rhenald Kasali. Konsepnya, yaitu crowdfunding (penggalangan dana) online. CEO Kitabisa.com Muhammad Alfatih Timur menyebut Kitabisa.com bisa juga disebut dengan kotak amal online.

Kitabisa.com menyediakan wadah bagi siapa saja yang ingin menggalang donasi secara online. Mulai dari donasi pembangunan tempat ibadah hingga pengobatan orang sakit. Akan ada halaman yang bisa disebarkan agar orang lain bisa ikut berdonasi. Setiap penggalangan dana kami charge 5 persen, kecuali donasi untuk bencana alam tak kena charge sama sekali.

#LanggamKlasika, 23 Desember 2016.
via Klasika

Senin (19/12) lalu, kita menyambut mata uang NKRI baru. Salah satu foto pahlawan nasional yang tertera di dalam 12 pecahan mata uang adalah Frans Kaisiepo. Adakah yang benar-benar mengenalnya?

Sebenarnya, nama Frans Kaisiepo sudah mulai dikenal sebagai nama bandar udara di Biak, Papua. Keteguhan Frans menentang penjajahan Belanda dapat menjadi pembelajaran dan sumber inspirasi bagi generasi zaman sekarang untuk lebih mencintai dan memajukan Tanah Air.

Pada Juli 1946, Frans menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM) di Biak. Frans juga menentang rencana Belanda untuk membentuk Negara Indonesia Timur (NIT). Saat Konferensi Meja Bundar (KMB), Frans menolak diangkat sebagai anggota Delegasi Belanda. Akibatnya, ia dihukum dan diasingkan ke daerah terpencil.

Frans Kaisiepo terus berjuang, turut aktif membantu kelancaran TNI untuk mendarat di Irian Barat. Hingga akhirnya, pada 1 Mei 1963, secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerahkan Irian Barat kepada Pemerintah RI.

Dalam diri Frans Kaisiepo dapat dilihat pribadi yang mempertahankan dengan teguh persatuan bangsa. Kutipan miliknya yang harus diingat, “Bersatu pastilah lebih baik daripada tercerai-berai”.

#infoKlasika
via Klasika

Recent Tweets