Hari ini, 52 tahun yang lalu, edisi perdana Harian Kompas terbit. Nama “Kompas” merupakan pemberian presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno.

Kala itu April 1965, Menteri/Panglima Angkatan Darat (1962-1965) Letjen Achmad Yani mengusulkan kepada Drs Frans Seda untuk memiliki sebuah media yang independen. Frans Seda lalu menghubungi dua rekan yang berpengalaman menangani media massa, yaitu Petrus Kanisius (PK) Ojong dan Jakob Oetama, yang dua tahun sebelumnya mendirikan majalah ”Intisari”.

Jakob Oetama sebelumnya redaktur mingguan ”Penabur” dan PK Ojong pemimpin redaksi mingguan ”Star Weekly”. Tanggal 25 Juni 1965 Frans Seda selaku Menteri Perkebunan (1964-1966) bertemu dengan Presiden Soekarno di Istana.
Presiden Soekarno menanyakan nama koran tersebut. Frans Seda mengatakan bahwa koran itu bernama ”Bentara Rakyat”.
”Saya usul nama koranmu ’Kompas’, artinya penunjuk arah,” kata Presiden Soekarno.

Nama “Kompas” kemudian dipakai untuk nama koran baru tersebut, sebuah surat kabar nasional, hadir di semua provinsi dan isinya mencoba mencakup peristiwa berskala nasional.
Selamat ulang tahun, Harian Kompas! :)

#Kompas52 #BeriMakna
via Klasika

Berkunjung ke Yogyakarta, ada satu tempat yang cukup ngetren, terutama bagi kamu yang rajin update media sosial. Namanya situs Warungboto.

Situs Warungboto, yang juga disebut sebagai Pesanggrahan Rejawinangun adalah pesanggrahan atau lazim disebut pemandian. Pesanggrahan ini dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono II. Letaknya tepat di tepi sungai Gajah Wong.

Sebenarnya, situs ini masih terus dipugar sampai sekarang. Tapi, sudah banyak dikunjungi. Bahkan, foto pre-wedding pun banyak dilakukan di sini.

Foto: Benedictus Yurivito Kris Nugroho

#KompasEksplorRamadhan #Isuzu #exploreJogja #Warungboto
via Klasika

Hari kedua #KompasEksplor diakhiri di Semarang. Kami akan menyusuri sudut Kota Lumpia sebelum bertolak menuju Yogyakarta siang ini. Nantikan cerita perjalanan kami di Harian Kompas edisi Sabtu, 17 Juni 2017.

Foto: Benedictus Yurivito Kris Nugroho
via Klasika

Hari ini, Selasa (13/6), tim Klasika memulai perjalanan untuk menjelajahi Pulau Jawa dengan Isuzu MU-X. Start dimulai di Gedung Kompas, dilepas oleh Direktur Bisnis Kompas, Lukas Widjaja, dan COO Astra Isuzu, Harry Kamora.

Rencananya, tim Klasika akan mengunjungi lima provinsi di Jawa hingga Madura untuk menjelajahi sudut-sudut yang menarik diceritakan. Rangkuman perjalanan tim Klasika bersama Isuzu ini bisa disimak pada rubrik Eksplor di Harian Kompas mulai tanggal 17 Juni 2017.
via Klasika

Langganan Kompas, dapat hadiah langsung! Caranya? Kunjungi booth Kompas selama #PRJ2017. Ada juga promo happy hour.
via Klasika

Recent Tweets