Inilah Warung Kopi Merapi di Yogyakarta. Tak ada kesan mewah dengan embel-embel tema arsitektur apa pun. Atap genting dan seng bangunan kedai kopi ini hanya ditopang dengan bambu dan kayu yang dicor pada bagian bawahnya. Tak ada AC, sofa, atau sambungan internet nirkabel.

Penyajian untuk di warung ini masih menekankan konsep tradisional, antara lain menyangrai biji kopi dengan wajan tanah liat dibakar dengan kayu. Menunya pun sederhana, baik makanan maupun minuman. Soal harga, jelas sangat terjangkau.

Uniknya, semua kopi yang digunakan Warung Kopi Merapi berasal dari petani yang tergabung dalam Koperasi Usaha Bersama Kebun Makmur. Koperasi ini merupakan usaha agar petani kopi di Merapi ini tidak dipermainkan oleh tengkulak dan bisa lebih sejahtera.

Berkat #Isuzu, kami bisa bertemu dengan Warung Kopi Merapi, berbincang lebih banyak dengan sang pemilik. Membawa kami eksplorasi lebih keistimewaan Yogyakarta.
#KompasEskplorRamadhan
via Klasika

Recent Tweets